ASUHAN KEBIDANAN
IBU HAMIL FISIOLOGI PADA NY “F”DENGAN OEDEMA PADA KAKI
RS. KARTINI
MOJOSARI – MOJOKERTO
l.Pengkajian Data
Tanggal Anamnesa : 19 Juni 2010
Jam : 08.00 WIB
Oleh : Bidan
Tempat : RS. Kartini
A. Data subjektif
1. Identitas
Nama ibu : Ny “F”
Umur : 25 tahun
Suku / bangsa : Jawa/Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : IRT
Penghasilan : -
Alamat : Plemahan X/22
No. Telp : 72165473
Nama suami : Tn “N”
Umur : 30 tahun
Suku / bangsa :Jawa/Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : S1
Pekerjaan : Penerbitan
Penghasilan : Rp1.000.000/bln
Alamat : PlemahanX/22
No. Telp : 72165473
2. Alasan datang
Ibu ingin memeriksakan kehamilan anak yang ke dua.
3. Keluhan datang
ibu mengatakan oedema pada kaki selama 3 hari dan nyeri pingang.
4. Riwayat Kebidanan
a. Menarche : 12 Tahun
Siklus : 1 bulan
Banyaknya : Hari ke 1 (3x ganti pembalut, penuh)
Hari ke 2-4 (2x ganti pembalut, tidak penuh)
Hari ke 5-6 (2x ganti pembalut, sedikit)
Hari ke 7 hanya flek-flek (1x ganti pembalut)
Lamanya haid : 7 hari
Warnanya : Merah segar
Baunya : Anyir
Dismenorhea : Tidak pernah
Fluor albus : Ada, jernih, tidak berbau dan tidak gatal
b. Riwayat Kehamilan, Persalinan, Nifas dan KB yang lalu
Perkawinan Kehamilan persalinan Anak Nifas KB
Ke Usia Jenis Penolong Tempat Penyulit BBL L/P H/M Umur ASI Penyulit
1 1 22 th Spt/ B Bidan RB - 2850 g L H 2 th Eks - suntik
c. Riwayat kehamilan sekarang
Trimester I : ANC 1x, mendapatkan tablet tambah darah, vitamin dan kalk, keluhan yang biasanya terjadi pusing, mual dan muntah
Trimester II : ANC 1x, ibu mendapatkan vitamin, kalk, ibu mendapatkan TT I diusia kehamilan 6 bulan.
Trimester III :ANC 2x, ibu mendapatan vitamin dan kalk, ibu mendapatkan TT2 diusia kehamilan 7 bulan.
5. Riwayat Kesehatan
a. Riwayat penyakit yang Lalu
Pasien mengatakan bahwa pasien tidak pernah mempunyai penyakit menular seperti penyakit kuning, TBC, AIDS, dan tidak pernah mempunyai penyakit menurun seperti kencing manis, serta tidak pernah mempunyai penyakit menahun seperti jantung.
b. Riwayat Kesehatan Keluarga
Pasien mengatakan bahwa di keluarga pasien tidak ada yang mempunyai riwayat penyakit menular seperti penyakit kuning, TBC, AIDS, dan tidak ada yang mempunyai penyakit menurun seperti kencing manis, serta tidak ada yang mempunyai penyakit menahun seperti jantung.
6. Riwayat Psikologis
• Respon ibu dengan kehamilan ini
Ibu sangat bahagia dengan kehamilannya ini dan kehamilan ini adalah kehamilan yang sangat diharapkan
• respon Suami dengan kehamilan ini
Suami sangat bahagia dengan kehamilan istrinya sekarang
7. Pola Aktivitas sehari-hari
Pola Kebiasaan Sebelum Hamil Selama hamil
a. Pola Nutrisi
-Makan
-Minum
-Makan nasi, sayur, lauk kadang buah dalam porsi sedang 3x sehari
-Minum 8 gelas sehari
-Makan nasi, sayur, lauk, buah dalam porsi besar 5x sehari
-Minum 8-10 gelas perhari
b. Pola Istirahat
-Siang
-Malam
-
-selama 8 jam mulai jam 21.00-05.00
-selama 2 jam mulai jam 11.00-13.00
-selama 8 jam mulai jam 21.00-05.00
c. Personal higine -Mandi 3x sehari, gosok gigi 2x sehari, keramas 3 hari sekali, ganti baju, celana dalam 2x sehari dan potong kuku 1 x sehari. -Mandi 2x sehari, gosok gigi 2x sehari, keramas seminggu sekali, ganti baju, celana dalam 2x sehari dan potong kuku 1x sehari.
d. Pola Aktivitas Ibu mengerjakan pekerjaan rumah sendiri (membersihkan rumah, memasak) tiap pagi dan sore Ibu mengerjakan pekerjaan rumah sendiri namun aktivitas yang berat-berat dikurangi
e. Pola Seksual Ibu melakukan hubungan suami istri 1 minggu 3x Ibu mulai jarang melakukan hubungan suami istri, 1 minggu 1x
8. Pola spiritiual
Ibu selalu shalat 5 waktu dan ibu rajin mengikuti pengajian di daerahnya.
II. Data Obyektif
I. Pemeriksaan Umum
Keadaan Umum : Cukup
Kesadaran : Composmentis
GC5 : 4 5 6
Tinggi Badan : 158 cm
Berat Badan sebelum : 52,5 kg Berat Badan Sekarang : 65,5 kg
Tensi : 120/80 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Suhu : 36,50C
Pernapasan : 20 x/menit
Lila : 27 cm
2. Pemeriksaan Fisik Khusus
- Inspeksi
1. Rambut : hitam, lebat, rontok, berketombe, berbau, tidak ada kutu
2. Muka : tidak ada cloasma gravidarum, tidak ada oedema
3. Mata : simetris, tidak kabur, warna konjungtiva merah muda, sklera putih
4. Hidung : simetris, tidak ada sekret, tidak ada polip, tidak ada epistaksis, tidak ada sinusitis
5. Telinga : simetris, pendengaran tidak menurun, tidak ada serumen, kebersihan baik
6. Mulut dan Gigi : tidak sianosis, lembab, tidak ada stomatitis, tidak ada caries, tidak ada gingivitis, kebersihan mulut baik
7. Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tyroid
8. Axila : tidak ada pembesaran kelenjar limfe
9. Dada : simetris, tidak ada tumor payudara, puting susu menonjol, colostrum belum keluar, hyperpigmentasi areola mamae
10. Abdomen : terdapat striae albican dan linea alba, tidak ada bekas operasi.
11. Vagina : fluor albus tidak ada, tidak ada candiloma akuminata maupun candiloma matalata, tidak ada herpes vaginalis, tidak ada luka perineum, tidak ada infeksi kelenjar bertolini ,tidak ada kemerahan di vagina.
12. Anus : tidak ada hemoroid, kebersihan baik
13. Ekstrimitas atas : simetris, tidak ada sindaktil ataupun polidaktil, tidak ada oedema, tidak ada kram tangan
14. Ekstrimitas bawah : simetris, tidak ada varises, tidak ada sindaktil ataupun polidaktil, ada oedema, tidak ada kram kaki.
- Palpasi
1. Leopold I : TFU berada di pertengahan pusat dan processus xipoideus
Bagian fundus teraba lunak, tidak melenting (bokong)
2. Leopold II : Bagian kanan ibu teraba keras seperti papan yaitu punggung, dan teraba bagian terkecil datar di bagian kiri (kaki)
3. Leopold III : Bagian terendah janin teraba, keras, melenting (kepala),masih bisa digoyangkan.
4. Leopold IV : konvergen
- Auskultasi
Dada : tidak ada pernafasan tambahan (wheezing, ronchi)
Abdomen : DJJ 136x/ menit
- Perkusi
Reflak lutut ka / ki : positif / positif
3. Pemeriksaan Panggul Luar
Ditansia spinarum : 27 cm
Distansia christarum : 25 cm
Conjungata eksterna : 19 cm
Lingkat panggul : 90 cm
4. Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan Laborat
Darah : Hb = 11 gr/dl
Urine : albuminuria = negatif
reduksi = negatif
5. Pemeriksaan Lain
USG : tidak dilakukan
NST : tidak dilakukan
I. Identifikasi Diagnosa Masalah
DX : GiiP10001, usia kehamilan 30-31 minggu, tunggal, hidup, , letak kepala, intrauterine, keadaan jalan lahir normal, keadaan ibu dan bayi baik.
DS : - Ibu mengatakan ini adalah kehamilannya yang ke dua dan belum pernah mengalami keguguran
- HPHT: 17 November 2009
- Ibu merasa usia kehamilannya 8 bulan
DO : Keadaan Umum : Cukup
Kesadaran : Composmentis
GC5 : 4 5 6
Tinggi Badan : 158 cm
Berat Badan sebelum: 52,5 kg Berat Badan Sekarang : 65,5 kg
Tensi : 120/80 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Suhu : 36,50C
Pernapasan : 20 x/menit
Lila : 27 cm
Leopold I :TFU berada dipertengahan pusat dan processus xipoideus
Bagian fundus teraba lunak, tidak melenting (bokong)
Leopold II :Bagian kanan ibu teraba keras seperti papan yaitu punggung, dan teraba bagian terkecil datar di bagian kiri (kaki)
Leopold III :Bagian terendah janin teraba, keras, melenting (kepala), masih bisa digoyangkan.
Leopold IV :konvergen
• Masalah
Bengkak pada kaki, dan nyeri pinggang
DS : Ibu mengatakan bengkak pada kaki selama 3 hari dan juga merasakan nyeri pinggang.
DO : Keadaan Umum : Cukup
Kesadaran : Composmentis
TD : 120/80 mmHg
N : 80 x/menit
RR : 20x/menit
S : 36,5 C
Bengkak pada metakarpal
Ekspresi wajah ibu menyeringai
II. Antisipasi Masalah Potensial
-
III. Identifikasi Kebutuhan Segera
-
IV. Intervensi
DX : GiiP10001, usia kehamilan 30-31 minggu, tunggal, hidup, letak kepala, intrauterine, keadaan jalan lahir normal, keadaan ibu dan bayi baik.
Tujuan : Setelah dilakukan Asuhan Kebidanan 1x24 jam diharapkan kaki tidak oedema lagi dan nyeri pada punggung berkurang
K.H : - Kaki tidak oedema lagi
- Nyeri pada punggung berkurang
1. Bina hubungan baik dengan klien
Rasional : Klien merasa nyaman sehingga bersikap kooperatif dengan petugas kesehatan
2. Jelaskan hasil pemeriksaan pada ibu
Rasional : klien mengetahui kondisi diri dan janinnya sehingga tidak cemas lagi
3. Jelaskan tanda – tanda bahaya dalam kehamilan
Rasional : Ibu bisa mendeteksi dan bisa segera mengambil keputusan untuk mencegah terjadinya penyulit pada kehamilan trimester III sampai dengan persalinan.
4. Bantu ibu dan keluarga untuk mempersiapkan kelahiran dan kemungkinan keadaan darurat.
Rasional : Kerjasama dengan ibu dan keluarga untuk mengidentifikasi kebutuhan yang harus dipersiapkan untuk menyambut kelahiran bayi dan kemungkinan keadaan darurat.
5. Berikan HE tentang Personal Hygiene, kebutuhan gizi, istirahat yang cukup
Rasional : untuk meningkatkan pengetahuan ibu sehingga kesejahteraan ibu dan janin tercapai
6. Anjurkan pada ibu untuk melakukan perawatan payudara
Rasional : agar ASI dapat keluar dengan lancar untuk memenuhi kebutuhan bayi
7. Jelaskan pada ibu bahwa nyeri pinggang pada wanita hamil tua adalah fisiologis
Rasional : mengurangi kecemasan ibu dan ibu mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut
8. Berikan tablet Fe dan jelaskan cara mengkonsumsi serta efek sampingnya
Rasional : Tablet Fe mampu mencegah terjadinya anemia
9. Anjurkan untuk kontrol 2 minggu lagi
Rasional :
Masalah : Bengkak pada kaki, dan nyeri pinggang
Tujuan : Dengan dilakukan asuhan kebidanan selama 24 jam masalah dapat
teratasi .
KH : k/u : baik
Pada kaki tidak ada odema
Tidak ada nyeri pinggang
Intervensi :
1. Anjurkan ibu untuk melakukan olahraga cukup dan sebisa mungkin tidak bersikap statis/ berdiam diri dalam posisi yang sama berlama-lama.
Rasional : aliran darah vena lancar.
2. Anjurkan pada ibu Bila sedang berbaring, letakkan kaki di atas tumpukan bantal kecil. Sebaiknya tidak berbaring pada satu posisi.
Rasional : Berbaring pada posisi yang berlainan dapat mengurangi tekanan pada pembuluh-pembuluh darah.
3. Anjurkan ibu untuk menghindari berdiri atau duduk terlalu lama. Usahakan memperbanyak gerak.
Rsasional : agar sirkulasi darah lancar. Latihan yang baik adalah jalan kaki dan senam secara teratur.
4. Anjurkan pada ibu untuk miring kiri saat disela-sela tidur dan istirahat.
Rasional: supaya aliran darah vena lancar.
5. Istirahat teratur. Luangkan waktu sekitar 15 menit untuk mengistirahatkan seluruh anggota tubuh.
Rasional : melancarkan peredaran darah.
6. Anjurkan ibu untuk memperhatikan asupan makanan Sebaiknya mengurangi konsumsi garam secara berlebihan.
Rasional : karena dapat mengakibatkan tekanan darah tinggi. Jika wanita hamil terkena tekanan darah tinggi, maka otomatis kaki akan bengkak
7. Jelaskan pada ibu bahwa nyeri pinggang pada wanita hamil tua adalah fisiologis
Rasional : mengurangi kecemasan ibu dan ibu mampu beradaptasi dengan perubahan tersebut.
8. Ajarkan pada ibu upaya untuk mengurangi nyeri pinggang.
V. Implementasi
Tanggal : 19 Juni 2010
Jam : 10.00 WIB
DX : GIIP10001, tunggal, hidup, usia kehamilan 30-31 minggu, letak kepala, intrauterine, keadaan jalan lahir normal, keadaan ibu dan bayi baik.
Intervensi :
10.00 WIB Membina hubungan baik dengan klien
10.20 WIB Mengobservasi TTV
TD : 110/80 mmHG
N : 80x/menit
RR :20x/menit
S : 36.5 C
10.35 WIB Menjelaskan hasil pemeriksaan
1045 WIB Menjelaskan tanda-tanda bahaya dalam persalinan :
a. Perdarahan dari alat kemaluan ibu
b. Pandangan mata kabur
c. Sakit kepala yang hebat dan menetap
d. Nyeri perut yang hebat
e. Bengkak pada wajah dan tangan
f. Gerak janin yang melemah
11.10 WIB Membantu ibu dan keluarga untuk mempersiapkan kelahiran serta kemungkinan keadaan darurat.
11.25 WIB Memberikan HE kebutuhan gizi dan istirahat yang cukup
Gizi :Kebutuhan gizi pada ibu hamil sangat dibutuhkan karena untuk mencukupi kebutuhan nutrisi janin dan ibu sendiri. Menu makanan yang cocok adalah makanan meu seimbang yang terdiri dari nasi, lauk pauk, sayur, buah dan jika ada di lengkapi dengan susu.
- Istirahat :
Tidur malam minima 8 jam dan tidur siang kurang lebih 2 jam.
Apabila ibu telalu capek usahakan untuk, istirahat sejenak.
11.40 WIB Menganjurkan dan mengajarkan pada ibu cara melakukan perawatan payudara
Kompres putting susu dan sekitarnya dengan menempelkan kapas yang dibasahi minyak kelapa selama 3 menit.
Setelah tiga menit, angkat dan bersihkan dngan waslap yang telah di basahi air hangat.
12.00 WIB Memberikan tablet Fe dan menjelaskan cara mengkonsumsi serta efek sampingnya.
Dimulai dengan memberikan satu tablet sehari segera mungkin setelah rasa mual hilang. Tablet besi sebaiknya tidak di minum bersama dengan teh atau kopi, karena akan menggangu penyerapan.
Masalah
Bengkak pada kaki, dan nyeri pinggang
Intervensi :
12.15 WIB Menganjurkan ibu untuk melakukan olahraga cukup dan sebisa mungkin tidak bersikap statis/ berdiam diri dalam posisi yang sama berlama-lama
12.30 WIB menganjurkan pada ibu Bila sedang berbaring, letakkan kaki di atas tumpukan bantal kecil. Sebaiknya tidak berbaring pada satu posisi.
12.45 WIB Menganjurkan ibu untuk menghindari berdiri atau duduk terlalu lama. Usahakan memperbanyak gerak, agar sirkulasi darah lancar. Latihan yang baik adalah jalan kaki dan senam secara teratur.
12.55 WIB menganjurkan pada ibu untuk miring kiri saat disela-sela tidur dan istirahat.
13.10 WIB Menganjurka ibu untuk Istirahat teratur. meluangkan waktu sekitar 15 menit untuk mengistirahatkan seluruh anggota tubuh.
13.25 WIB Menganjurkan ibu untuk memperhatikan asupan makanan Sebaiknya mengurangi konsumsi garam secara berlebihan.
13.40 WIB Menjelaskan pada ibu bahwa nyeri pinggang pada wanita hamil tua adalah fisiologis
14.05 WIB Mengajarkan pada ibu upaya untuk mengurangi nyeri pinggang
Tidak memakai sandal atau sepatu hak tinggi
Kompres dengan air hangat pada punggung bila nyeri timbul atau mandi dengan air hangat
Memijat atau mengurut pinggang bila nyeri pinggang timbul
VI. Evaluasi
Tanggal :19 Juni 2010
Jam : 17..30 WIB
S : Ibu mengatakan sudah mengerti tentang informasi dan penjelasan dari petugas kesehtan, ditandai dengan ibu dapat menjelaskan kembali sebagian dari informasi tersebut
O : Tekanan darah : 120/80mmHg TFU : setengah pusat-processus xipoideus
Nadi : 80x/menit TBJ : 1500 gram
Suhu : 36,5 0C DJJ : 12 – 11- 11 = 136x/menit
Pernapasan : 20 x/menit HIS : (-)
A : GIIP10001 tunggal, hidup, usia kehamilan 30-31 minggu, letak kepala intrauterin, keadaan jalan lahir normal. Keadaan ibu dan bayi baik
P : 1. Anjurkan pada ibu untuk minum obat secara teratur
2. Anjurkan ibu untuk segera ke RS bila menemui tanda bahaya
3. Jadwalkan kunjungan ulang 2 minggu lagi
Masalah : Odema pada kaki dan nyeri pinggang.
S : Ibu mengatakan sudah mengerti tentang informasi dan penjelasan dari petugas kesehatan, ditandai dengan ibu dapat menjelaskan kembali sebagian dari informasi.tersebut.
O : Tekanan darah : 120/80mmHg
Nadi : 80x/menit
Suhu : 36,5 0C
Pernapasan : 20 x/menit
Ekspresi wajah tidak menyeringai
A : Masalah teratasi senagian
P : Anjurkan pada ibu untuk melakukan olahraga yang cukup.
Anjurkan pada ibu untuk istirahat yang teratur.
Anjurkan ibu untuk mengurangi mengkonsumsi garam.
Anjurkan pada ibu untuk tidak menggunakan sepatu hak tinggi dan sebaiknya menggunakan sepatu trepes.
Selasa, 18 Oktober 2011
ruang lingkup standar pelayanan kebidanan
A. Standar Pelayanan Umum
1. Standar 1 : Persiapan untuk kehidupan keluarga sehat
Pernyataan standar :
Bidan memberikan penyuluhan dan nasehat kepada perorangan, keluarga dan masyarakat tentang kehamilan, kesenatan umum, gizi, KB, kesiapan dalam menghadapi kehamilan dan menjadi calon orang tua, menghindari kebiasaan yang tidak baik dan mendukung kebiasaan yang baik.
Penerapan di BPS Boinah:
a. Penyuluhan dan nasehat pada perorangan, keluarga dan masyarakat tentang kehamilan, kesehatan umum, gizi, dan KB secara jelas dan menggunakan alat bantu.
b. Melaksanakan kunjungan secara teratur ke posyandu.
c. Menghormati adat istiadat setempat, kebiasaan masyarakat atau mitos yang membahayakan kesehatan, perlu diberi pengarahan.
2. Standar 2 : Pencatatan dan pelaporan
Pernyataan standar :
Bidan melakukan pencatatan semua kegiatan yang dilakukannya yaitu registrasi, ibu hamil diwilayah kerja, rincian pelayanan yang diberikan, kunjungan rumah dan penyuluhan kepada masyarakat. Bidan hendaknya mengikutsertakan kader untuk mencatat semua ibu hamil dan meninjau upaya masyarakat yang berkaitan dengan ibu dan BBL. Bidan meninjau secara teratur catatan tersebut untuk menilai kinerja dan penyusunan rencana kegiatan untuk meningkatkan pelayanannya.
Penerapan di BPS Boinah:
a. Mencatat semua pelayanan yang diberikan kepada pasien
b. Ibu diberi kartu rekam medis dan buku panduan KIA
c. Pencatatan kelahiran dan surat keterangan lahir serta satu copy lembar partograf
B. Standar Pelayanan Antenatal
1. Standar 3 : Identifikasi ibu hamil
Pernyataan standar :
Bidan melakukan kunjungan rumah dan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotivasi ibu, suami dan anggota keluarganya agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan secara teratur.
Penerapan di BPS Boinah:
a. Mengidentifikasi ibu hamil
b. Mendata ibu hamil dan memberi motivasi
c. Pemeriksaan kehamilan sejak dini
d. Melakukan komunikasi 2 arah dalam konseling untuk membahas pentingnya kesehatan dalam kehamilan
e. Menekankan tujuan pemeriksaan kehamilan untuk memperoleh ibu dan bayi yang sehat pada akhir kehamilan
f. Meningkatkan penggunaan catatan rekam medis dan buku panduan KIA
2. Standar 4 : Pemeriksaan dan pemantauan antenatal
Pernyataan standar :
Bidan memberikan sedikitnya 4 kali pelayanan antenatal, meliputi anamnesis dan pemantauan ibu dan janin untuk menilai apakah perkembanganya normal, mengenal kehamilan risti atau kelainan, khususnya anemi, hipertensi, kurang gizi, PMS / infeksi HIV, pelayanan imunisasi, nasehat dan penyuluhan kesehatan, serta tugas lain dari puskesmas. Mencatat data yang tepat pada setiap kunjungan dan mampu mengambil tindakan bila ditemukan kelainan.
Penerapan di BPS Boinah:
a. Memeriksa urin, BB dan tekanan darah pasien
b. Penyuluhan tentang gizi
c. Mengukur tinggi fundus uteri dalam cm
d. Mendeteksi denyut jantung janin
e. Mendengarkan keluhan pasien dan memberikan nasehat
f. Merujuk pasien untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut apabila ditemukan kelainan / patologi
3. Standar 5 : Palpasi abdominal
Pernyataan standar :
Bidan melakukan pemeriksaan abdominal dan melakukan palpasi untuk memperkirakan usia kehamilan, memeriksa posisi, bagian terendah janin, masuknya kepala janin ke rongga panggul, mencari kelainan dan melakukan rujukan tepat waktu.
Penerapan di BPS Boinah:
a. Memeriksa posisi dan letak kepala janin dalam rongga panggul apakah sudah masuk panggul atau belum
b. Melakukan palpasi untuk memeriksa letak janin setelah kehamilan berumur 36 minggu
4. Standar 6 : Pengelolaan anemia pada kehamilan
Pernyataan standar :
Melakukan tindakan pencegahan, penemuan, penanganan dan/ atau rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penerapan di BPS Boinah:
a. Memeriksa kadar HB dalam darah, apabila dibawah 8 gr% merupakan anemia berat dan perlu dirujuk
b. Memberi tablet zat besi apabila HB kurang dari 11 gr%
c. Memberi pengarahan untuk memakan makanan bergizi dan mengandung zat besi
d. Memberi motivasi kepada ibu hamil supaya selalu menjaga kehamilanya
e. Menyarankan pada ibu hamil supaya meminum tablet zat besi 4-6 bulan setelah persalinan.
5. Standar 7 : Pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan
Pernyataan standar :
Menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenal tanda serta gejala preeklamsi lainya serta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya.
Penerapan di BPS Boinah:
a. Memeriksa dan mencatat tekanan darah secara tepat pada setiap pemeriksaan kehamilan
b. Apabila ditemukan adanya hipertensi ringan (diatas 140/90 mmHg sebelum 20 minggu), bidan memberikan pengarahan tentang makanan yang perlu dikonsumsi, misalnya untuk menghindari mengkonsumsi daging (hewan berkaki empat), tidak meminum kopi.
6. Standar 8 : Persiapan persalinan
Pernyataan standar :
Memberikan sarana yang tepat kepada ibu hamil, suami serta keluarganya pada trimester ke 3, memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih dan aman serta suasana yang menyenangkan akan direncanakan dengan baik, disamping persiapan transportasi dan biaya bila tiba-tiba terjadi kegawat daruratan. Hendaknya melakukan kunjungan rumah untuk hal ini.
Penerapan di BPS Boinah:
a. Mengadakan pertemuan dengan suami atau keluarga untuk membahas tempat persalinan, hal- hal yang perlu diketahui dan dipersiapkan
b. Memberi informasi kepada ibu hamil trimester 3 untuk mengetahui syarat-syarat akan melahirkan, metode pertolongan dan pengenalan tanda bahaya
c. Menyediakan obat dan perlengkapan yang tepat saat persalinan
d. Mempersiapkan transportasi sebagai persiapan untuk rujukan (persetujuan biaya transportasi kepada keluarga )
C. Standar Pertolongan Persalinan
1. Standar 9 : Asuhan persalinan kala 1
Pernyataan standar :
Menilai secara tepat bahwa persalinan sudah dimulai, memberikan asuhan dan pemantauan yang memadai dengan memperhatikan kebutuhan klien selama proses persalinan berlangsung.
Penerapan di BPS Boinah:
a. Mengijinkan pasien memilih orang untuk mendampingi selama persalinan
b. Melakukan pemeriksaan fisik lengkap seperti: tekanan darah, denyut jantung janin, dan memeriksa ketuban sudah pecah atau belum.
c. Mencatat semua hasil pemeriksaan pada fase persalinan dan catatan kemajuan persalinan (partograf) sampai fase aktif.
d. Memantau dan mencatat denyut jantung janin selama persalinan apabila ada tanda-tanda gawat janin segera dirujuk.
e. Memberi dukungan moril dan perlakuan yang baik
f. Memberitahukan kemajuan proses persalinan
g. Melakukan pertolongan dengan bersih dan aman
2. Standar 10 : Persalinan kala II yang aman
Pernyataan standar :
Melakukan pertolongan persalinan yang aman, dengan sikap sopan dan penghargaan terhadap klien serta memperhatikan tradisi setempat.
Penerapan di BPS Boinah :
a. Membantu ibu mengambil posisi yang paling nyaman
b. Menganjurkan ibu untuk meneran saat kepala bayi sudah kelihatan.
c. Mendengarkan DJJ setiap 5 menit, jika tidak normal percepatan persalinan dapat dilakukan dengan episiotomi
d. Membantu kepala bayi lahir perlahan, mengusap mulut dan hidung bayi dengan kasa bersih, membiarkan kepala bayi memutar dan membantu persalinan dengan cara tepat
e. Memeriksa keadaan bayi setelah lahir dan meletakannya diperut ibu
f. Menghisap lender pada jalan nafas janin jika diperlukan
3. Standar 11 : Penatalaksanaan aktif persalinan kala III
Pernyataan standar :
Melakukan penegangan tali pusat dengan benar untuk membantu pengeluaran plasenta dan selaput ketuban secara lengkap.
Penerapan di BPS Boinah :
a. Melakukan pemotongan tali pusat dengan cara mengeklem di dua tempat
b. Memeriksa fundus uteri untuk memastikan kehamilan ganda
c. Meminta ibu untuk meneran sambil menegangkan tali pusat supaya plasenta keluar, jika belum dapat keluar dalam waktu 30menit persiapkan untuk merujuk
d. Memeriksa kelengkapan plasenta dan selaput ketuban
e. Memeriksa data-data vital ibu
4. Standar 12 : Penanganan kala II dengan gawat janin melalui episiotomi
Pernyataan standar :
Mengenali secara tepat tanda-tanda gawat janin pada kala II yang lama dan segera melakukan episiotomy dengan aman untuk memperlancar persalinan, diikuti dengan penjahitan perineum.
Penerapan di BPS Boinah:
a. Memeriksa perineum untuk menentukan tingkat luka
b. Melakukan episiotomi dengan aman, penjahitan perineum secara berlapis mulai dari vagina ke arah perineum
c. Memastikan bahwa tidak ada kasa yang tertinggal
1. Standar 1 : Persiapan untuk kehidupan keluarga sehat
Pernyataan standar :
Bidan memberikan penyuluhan dan nasehat kepada perorangan, keluarga dan masyarakat tentang kehamilan, kesenatan umum, gizi, KB, kesiapan dalam menghadapi kehamilan dan menjadi calon orang tua, menghindari kebiasaan yang tidak baik dan mendukung kebiasaan yang baik.
Penerapan di BPS Boinah:
a. Penyuluhan dan nasehat pada perorangan, keluarga dan masyarakat tentang kehamilan, kesehatan umum, gizi, dan KB secara jelas dan menggunakan alat bantu.
b. Melaksanakan kunjungan secara teratur ke posyandu.
c. Menghormati adat istiadat setempat, kebiasaan masyarakat atau mitos yang membahayakan kesehatan, perlu diberi pengarahan.
2. Standar 2 : Pencatatan dan pelaporan
Pernyataan standar :
Bidan melakukan pencatatan semua kegiatan yang dilakukannya yaitu registrasi, ibu hamil diwilayah kerja, rincian pelayanan yang diberikan, kunjungan rumah dan penyuluhan kepada masyarakat. Bidan hendaknya mengikutsertakan kader untuk mencatat semua ibu hamil dan meninjau upaya masyarakat yang berkaitan dengan ibu dan BBL. Bidan meninjau secara teratur catatan tersebut untuk menilai kinerja dan penyusunan rencana kegiatan untuk meningkatkan pelayanannya.
Penerapan di BPS Boinah:
a. Mencatat semua pelayanan yang diberikan kepada pasien
b. Ibu diberi kartu rekam medis dan buku panduan KIA
c. Pencatatan kelahiran dan surat keterangan lahir serta satu copy lembar partograf
B. Standar Pelayanan Antenatal
1. Standar 3 : Identifikasi ibu hamil
Pernyataan standar :
Bidan melakukan kunjungan rumah dan berinteraksi dengan masyarakat secara berkala untuk memberikan penyuluhan dan memotivasi ibu, suami dan anggota keluarganya agar mendorong ibu untuk memeriksakan kehamilannya sejak dini dan secara teratur.
Penerapan di BPS Boinah:
a. Mengidentifikasi ibu hamil
b. Mendata ibu hamil dan memberi motivasi
c. Pemeriksaan kehamilan sejak dini
d. Melakukan komunikasi 2 arah dalam konseling untuk membahas pentingnya kesehatan dalam kehamilan
e. Menekankan tujuan pemeriksaan kehamilan untuk memperoleh ibu dan bayi yang sehat pada akhir kehamilan
f. Meningkatkan penggunaan catatan rekam medis dan buku panduan KIA
2. Standar 4 : Pemeriksaan dan pemantauan antenatal
Pernyataan standar :
Bidan memberikan sedikitnya 4 kali pelayanan antenatal, meliputi anamnesis dan pemantauan ibu dan janin untuk menilai apakah perkembanganya normal, mengenal kehamilan risti atau kelainan, khususnya anemi, hipertensi, kurang gizi, PMS / infeksi HIV, pelayanan imunisasi, nasehat dan penyuluhan kesehatan, serta tugas lain dari puskesmas. Mencatat data yang tepat pada setiap kunjungan dan mampu mengambil tindakan bila ditemukan kelainan.
Penerapan di BPS Boinah:
a. Memeriksa urin, BB dan tekanan darah pasien
b. Penyuluhan tentang gizi
c. Mengukur tinggi fundus uteri dalam cm
d. Mendeteksi denyut jantung janin
e. Mendengarkan keluhan pasien dan memberikan nasehat
f. Merujuk pasien untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut apabila ditemukan kelainan / patologi
3. Standar 5 : Palpasi abdominal
Pernyataan standar :
Bidan melakukan pemeriksaan abdominal dan melakukan palpasi untuk memperkirakan usia kehamilan, memeriksa posisi, bagian terendah janin, masuknya kepala janin ke rongga panggul, mencari kelainan dan melakukan rujukan tepat waktu.
Penerapan di BPS Boinah:
a. Memeriksa posisi dan letak kepala janin dalam rongga panggul apakah sudah masuk panggul atau belum
b. Melakukan palpasi untuk memeriksa letak janin setelah kehamilan berumur 36 minggu
4. Standar 6 : Pengelolaan anemia pada kehamilan
Pernyataan standar :
Melakukan tindakan pencegahan, penemuan, penanganan dan/ atau rujukan semua kasus anemia pada kehamilan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penerapan di BPS Boinah:
a. Memeriksa kadar HB dalam darah, apabila dibawah 8 gr% merupakan anemia berat dan perlu dirujuk
b. Memberi tablet zat besi apabila HB kurang dari 11 gr%
c. Memberi pengarahan untuk memakan makanan bergizi dan mengandung zat besi
d. Memberi motivasi kepada ibu hamil supaya selalu menjaga kehamilanya
e. Menyarankan pada ibu hamil supaya meminum tablet zat besi 4-6 bulan setelah persalinan.
5. Standar 7 : Pengelolaan dini hipertensi pada kehamilan
Pernyataan standar :
Menemukan secara dini setiap kenaikan tekanan darah pada kehamilan dan mengenal tanda serta gejala preeklamsi lainya serta mengambil tindakan yang tepat dan merujuknya.
Penerapan di BPS Boinah:
a. Memeriksa dan mencatat tekanan darah secara tepat pada setiap pemeriksaan kehamilan
b. Apabila ditemukan adanya hipertensi ringan (diatas 140/90 mmHg sebelum 20 minggu), bidan memberikan pengarahan tentang makanan yang perlu dikonsumsi, misalnya untuk menghindari mengkonsumsi daging (hewan berkaki empat), tidak meminum kopi.
6. Standar 8 : Persiapan persalinan
Pernyataan standar :
Memberikan sarana yang tepat kepada ibu hamil, suami serta keluarganya pada trimester ke 3, memastikan bahwa persiapan persalinan yang bersih dan aman serta suasana yang menyenangkan akan direncanakan dengan baik, disamping persiapan transportasi dan biaya bila tiba-tiba terjadi kegawat daruratan. Hendaknya melakukan kunjungan rumah untuk hal ini.
Penerapan di BPS Boinah:
a. Mengadakan pertemuan dengan suami atau keluarga untuk membahas tempat persalinan, hal- hal yang perlu diketahui dan dipersiapkan
b. Memberi informasi kepada ibu hamil trimester 3 untuk mengetahui syarat-syarat akan melahirkan, metode pertolongan dan pengenalan tanda bahaya
c. Menyediakan obat dan perlengkapan yang tepat saat persalinan
d. Mempersiapkan transportasi sebagai persiapan untuk rujukan (persetujuan biaya transportasi kepada keluarga )
C. Standar Pertolongan Persalinan
1. Standar 9 : Asuhan persalinan kala 1
Pernyataan standar :
Menilai secara tepat bahwa persalinan sudah dimulai, memberikan asuhan dan pemantauan yang memadai dengan memperhatikan kebutuhan klien selama proses persalinan berlangsung.
Penerapan di BPS Boinah:
a. Mengijinkan pasien memilih orang untuk mendampingi selama persalinan
b. Melakukan pemeriksaan fisik lengkap seperti: tekanan darah, denyut jantung janin, dan memeriksa ketuban sudah pecah atau belum.
c. Mencatat semua hasil pemeriksaan pada fase persalinan dan catatan kemajuan persalinan (partograf) sampai fase aktif.
d. Memantau dan mencatat denyut jantung janin selama persalinan apabila ada tanda-tanda gawat janin segera dirujuk.
e. Memberi dukungan moril dan perlakuan yang baik
f. Memberitahukan kemajuan proses persalinan
g. Melakukan pertolongan dengan bersih dan aman
2. Standar 10 : Persalinan kala II yang aman
Pernyataan standar :
Melakukan pertolongan persalinan yang aman, dengan sikap sopan dan penghargaan terhadap klien serta memperhatikan tradisi setempat.
Penerapan di BPS Boinah :
a. Membantu ibu mengambil posisi yang paling nyaman
b. Menganjurkan ibu untuk meneran saat kepala bayi sudah kelihatan.
c. Mendengarkan DJJ setiap 5 menit, jika tidak normal percepatan persalinan dapat dilakukan dengan episiotomi
d. Membantu kepala bayi lahir perlahan, mengusap mulut dan hidung bayi dengan kasa bersih, membiarkan kepala bayi memutar dan membantu persalinan dengan cara tepat
e. Memeriksa keadaan bayi setelah lahir dan meletakannya diperut ibu
f. Menghisap lender pada jalan nafas janin jika diperlukan
3. Standar 11 : Penatalaksanaan aktif persalinan kala III
Pernyataan standar :
Melakukan penegangan tali pusat dengan benar untuk membantu pengeluaran plasenta dan selaput ketuban secara lengkap.
Penerapan di BPS Boinah :
a. Melakukan pemotongan tali pusat dengan cara mengeklem di dua tempat
b. Memeriksa fundus uteri untuk memastikan kehamilan ganda
c. Meminta ibu untuk meneran sambil menegangkan tali pusat supaya plasenta keluar, jika belum dapat keluar dalam waktu 30menit persiapkan untuk merujuk
d. Memeriksa kelengkapan plasenta dan selaput ketuban
e. Memeriksa data-data vital ibu
4. Standar 12 : Penanganan kala II dengan gawat janin melalui episiotomi
Pernyataan standar :
Mengenali secara tepat tanda-tanda gawat janin pada kala II yang lama dan segera melakukan episiotomy dengan aman untuk memperlancar persalinan, diikuti dengan penjahitan perineum.
Penerapan di BPS Boinah:
a. Memeriksa perineum untuk menentukan tingkat luka
b. Melakukan episiotomi dengan aman, penjahitan perineum secara berlapis mulai dari vagina ke arah perineum
c. Memastikan bahwa tidak ada kasa yang tertinggal
Senin, 19 September 2011
Kepasrahan Hati
Badai itu kembali ,
Gemuruhnya pekakkan nuraniku
Mencabik helai kelembuatan di jiwaku
Nelangsa mengurai derita
Dalam isak tertahan diantara kecamuk hati remuk
Tertusuk luka itu olehnya
Kesekian kalinya
Aku lelah dalam gundah da resah membuncah
Jeritku hampir pecah…
Hingga cahaya-Nya sentuh bathinku
Memangut jiwa rapuhku
Dalam syahdu sebuah kepasrahan hati
Pada kehendak Maha Penentu
Ku tak pernah sendiri
Allah selalu menemani
Selagi ku melangkah di jalan-Nya
walau dengan langkah letih yang tertatih….
Langganan:
Postingan (Atom)
